Jumat, 19 Agustus 2011
wisdom of the day: andaikan Kesempatan itu slalu ada untukku
wisdom of the day: andaikan Kesempatan itu slalu ada untukku: Tikakarmila, begitulah aku dipanggil. Aku gadis berdarah jawa dan aceh yang dilahirkan di Jakarta, 16 Juni 1996. Aku dilahirkan pada keluar...
andaikan Kesempatan itu slalu ada untukku
Tikakarmila, begitulah aku dipanggil. Aku gadis berdarah jawa dan aceh yang dilahirkan di Jakarta, 16 Juni 1996. Aku dilahirkan pada keluarga yang cukup berada perekonomiannya. Alhamdulillah, terimakasih ku kepada-Nya yang telah menitipkan diriku pada ayah, mama ku.
Seiring dengan berjalannya waktu, ku beranjak memasuki usia kurang lebih 6 tahun, aku di opname di sebuah Rumah Sakit bergengsi di Jakarta. Pada saat itu, dokter mengatakan aku terkena Vibrio Parahaemolyticus Enteritis, akibat adanya peradangan pada ususku yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri. Dan bagiku, itulah awal kehancuran diriku.
Entah apa yang ada dalam bayangan ku saat itu, setelah ada dalam ruangan yang baru pertama kali ku masuki, UGD. Ya, itu ruangan yang pertama kali ku masuki sebelum aku di tempatkan di ruang inap. Hanya tangisan dan bujukan orangtua ku yang ada, pada saat jarum suntikan infus perlahan-lahan memasuki kulit dan merobek daging ku.
![]() |
| waktu aku TK |
Dan sejak saat itulah, orangtua ku, khususnya mama yang paling bawel dalam memilih makanan atau minuman yang aku santap. Dan itupun hingga saat ini. Hingga aku duduk di bangku SMA. Terimakasih Tuhan, sekali lagi syukur ku padaMu.
Seiring berjalan waktu, kini aku sudah besar. Kini, aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
Sabtu pagi, aku mencoba melangkah menaiki mobil pribadi keluarga ku, bersama mama dan kakak laki-laki ku atau yang biasa aku panggil mas untuk meluncur ke SMP untuk mendengarkan pengarahan MOS.
Setiba disana aku bengong melihat bangunan gedung sekolah tersebut. Entah apa yang aku rasakan. Apa perbandingan antara SD ku, SDSN 03 Pondok Kelapa, atau yang lain.
SMP ku, dapat dikatakan memiliki lapangan yang cukup luas, gedung sekolah yang kokoh, masjid yang lumayan besar, dan tentunya kantin yang cukup, dan sekilas dalam benakku memiliki pengajar yang cukup ramah, itulah kesan pertama ku saat melihat mereka.
Dihari pertama aku mengikuti masa orientasi siswa, aku diperkenalkan mulai widya mandala, guru-guru, teman-teman baru, dan tentunya tata tertib yang ada di sekolah itu. Seiring berjalannya waktu, kini hari ketiga dalam MOS, hari terakhir ku mengikuti MOS. Hal yang berkesan saat itu yaitu, saat melemparkan topi, dan perlengkapan MOS. Semua masa SD ku telah berakhir, dan esok pagi aku akan membuka semangat baru, duduk mendengarkan, belajar, mengerjakan dan menulis semua yang baru. Oyee, senang nya diriku. Akhirnya enam tahun telah berlalu aku habiskan di bangku SD. Alhamdulillah, hari ini aku bahagia, aku bahagia karena bisa melanjutkan sekolah, dan aku masih dapat merasakan, karena aku masih di beri hidup. Terimakasih Ya Tuhan.
Disana, aku dapet banyak teman. Teman-teman ku beragam, dari yang cuek minta ampun, sabar, pengertian, dan pokoknya banyakk.
Aku juga banyak dapet pengalaman, baik dalam segi pelajaran, luar pelajaran, arti teman yang ternyata ga selamanya selalu ada saat aku butuhkan, dan yang paling pedih cinta yang dipaksa, dll.
Seiring berjalannya waktu, aku merasakan hal aneh pada kulit kepala ku, entah apa aku pun bingung. Benjolan kecil sekelereng, namun cukup banyak. Awalnya hanya aku yang tau dan Tuhan, namun aku akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada mama dan ayahku. Mereka hanya tersenyum kecil saat mendengarkan. Entah apa yang mereka pikirkan aku pun tidak tahu. Entah ejekan atau ketidaktahuan mereka.
Beberapa hari kemudian, saat matahari pagi menembus gorden kamar dan membangunkanku dari lelapnya tidur. Ayah mengajakku untuk pergi ke RS. Harum. Namun, aku menolaknya mentah-mentah. Aku berfikir ini bukan sebuah tanda dari apapun, ini memang tanda bagiku. Namun, aku mengalah dari egoku, akhirnya aku mau untuk ke dokter. Aku mandi, makan pagi dan berangkat.
Selama diperjalanan entah mengapa hati ku dag-dig-dug, apalagi saat menunggu di panggil. Haduh, kira-kira kenapa diriku??
Nama ku pun dipanggil, aku di periksa dari mulai berat badanku, tekanan darah ku, degup jantungku, hingga kepala ku. Dokter pun mulai menjelaskan mengenai diagnosa penyakit ku. Dan ternyata, hahhaha. Mau tau? Aku engga kenapa-kenapa. hahaahha rasa nya mau teriak. Malu sumpah. Namun ternyata dokternya bohong, mana ada orang engga sakit, tapi pulang-pulang dibawain segambreng obat. Hahahha
Beberapa hari kemudian aku merasakan pusing berat, mual. Mama pun mengejak kembali, aku ke rumah sakit yang sama.
Apa yang kamu rasakan selama ini? Kata dokter
Aku mual dok, pusing.
Kamu mual kalo lagi gimana? Engga makan atau pas makan? Kata dokter
Saya mual kalo telat makan, saya pusing kalo terbangun.
Dan engga lama lagi, dokter mengtakan aku kemungkinan terkena maag, dan sepertinnya kamu terkena anemia. dan akhirnya aku pulang dengan membawa buah tangan obat.
Beberapa hari kemudian, aku merasa aku cukup kuat untuk sekolah, di sekolah tanpa di sadari aku merasa fun, karena mendengar ketawa ketiwi temen-temen ku. senyum mereka yang menguatkan ku.
Seiring dengan bejalanan waktu, aku sekarang duduk di kelas dua. Alhamdulillah.. Aku merasa enjoy disana, karena aku sudah cukup beradaptasi di kelas 1.
Namun, dikelas dua ini aku merasa sangat lelah, lelah dan teramat lelah. Awal tidak baik ku pada saat aku jatuh pingsan saat upacara, dan bagiku harga diriku jatuh.. Aku sangat malu, saat aku di angkat dan di gotong ke ruang uks.
Aku berusaha semaksimal mungkin untuk kuat. Namun inilah aku. Aku tidak bisa memungkiri kejadian yang akan terjadi ini.
Dan bagiku kelas tigalah yang menjadi masa yang engga enakin aku, pulang sore, di terusin les sampai malem, makan ga teratur, tidur bergadang, dan untuk istirahat aja ga kepikiran. Sabtu minggu yang maksud nya pengen buat istirahat, malah sibuk di rohis.
Di kelas ini pun yang banyak membuat hatiku miris.
Dokter mengatakan pada ku bahwa ku bakalan kena pengapuran pada tulang belakangku, kalau aku tidak merubah pola hidupku, mulai dari penggunaan tas, angkat yang berat, seringnya membunyikan tulang, dll, dan aku harus ikut fisiotherapy. Dan balasan ku, ya dok aku akan melihat perkembangan aku. Makasih. Dan aku beranjak dari tempat duduk ku, dan melangkah untuk pulang. Gundah, risau yang ada saat itu. Berharap ada seseorang yang menghibur, tapi itu ngga mungkin. Berharap ada yang menyemangatkan tapi itu hanya mimpi..
Beberapa hari aku lakukan untuk istirahat, namun tiba-tiba aku terkena alergi kulit, entah cobaan apa lagi yang Tuhan berikan padaku. Gatal sunguh gatal, untuk mengangkat tubuh seraya solat sangat tak kuasa. Guru olahraga menawarkan untuk mengantarku pulang dan mengizinkan ku dari kegiatan pesantren kilat, namun aku merasa Tuhan selalu bersama ku. Pasti Dia memberikan ku kekuatan. Dan aku menolaknya.
Dua minggu setelah aku sembuh dari alergi kulit aku terkena alergi yang terjadi pada mata ku dan alergi otot, yang sebagaimana alergi otot ini sering aku rasakan. Ya Tuhan. Aku mohon kesabaran dan kekuatan.
Ya, doa ku terkabul, aku di berikan kesabaran dan di berikan kekuatan oleh Nya, melewati orang di sekitar ku. Teri makasih ku kucapkan pada semuanya.
Beberapa bulan setelah aku terbebas dari semua masalah hidupku, dan aku kembali dengan segala aktivitas rutin ku, belajar, tertawa bersama, canda, main, kini aku dihadapi dengan masalah yang cukup menguras pikiran ku, aku di vonis terkena Polycstic ovary syndrome (PCOS) dan kira-kira sebesar bola kelereng. Allahuma sabar ya Tuhan.
Memang aku sudah menyadari ini semua dari gejala-gejala selama pra maupun sesudah haid. Sakit luar biasa, flous albus yang terus menerus, dll. Namun aku hanya menganggap enteng gejala-gejala tersebut. Dan sebelumnya, aku tidak tahu tentang ini semua dan aku memang tidak mau untuk tahu tentang hal seperti ini. Namun, saat itu aku dilibatkan untuk tahu,
Dulu aku beranggapan bahwa sakit luar biasa saat pra haid itu karena salah ucapku. Yang mengejek kakakku yang sedang mengalami kesakitan sama seperti yang saat inilah aku alami.Dan sejak saat itulah selama haid aku merasakan sakit tak tertolong.
Dan akhirnya, aku melakukan pengangkatan PCOS tersebut. Ya Tuhan aku sangat takut. Hnaya air mata yang membasahi pipi, dan bujukan mama ayahku seraya membisikkan pada telinggaku. Ya Tuhan andaikan aku memang diizinkan untuk menghiasi dunia ini aku mohon kuatkan diriku.
Seiring berjalannya waktu, pengangkatan tersebut berakhir. Dan setelah aku merasa sangat lelah, teramat lelah dari kelelahan ku, aku membaringkan badan ku untuk sejenak menutup mata. Dalam hati ku berkata, ya Tuhan Engkau boleh ambil ku saat ini, namun aku mohon jaga mereka semua, dan jangan ada satu pun tetesan air mata saat kepergianku, agar aku tenang dan damai di sisi mu. Namun ternyata aku masih di berikan kesempatan untuk hidup, untuk merasakan tentram nya rumah, dll. Terimakasih ku padaNya tak terhingga.Hingga akhirnya aku di bawa pulang. Terimakasih ya Allah karena aku masih diberi kesempatan sekali lagi untuk dapat sholat dan makan bersama denagn keluarga tercinta. Dan aku dapat menghadiri pernikahan kakakku, sungguh luar biasa.
Dan kini pun aku melakukan kegiatan seperti bagaimana rutinitas ku, dan segala harapan akan tak terulangnya lagi PCOS maupun penyakit-penyakit yang lebih dari ini semua, dan bahwa aku dapat menghiasi dunia ini dengan mimpi dan senyumanku.
Tuhan,
andaikakan ku masih di beri kesempatan untuk menghirup
udara di pagi hari..
udara di pagi hari..
melihat indahnya rembulan di malam hari..
izinkan aku untuk hidup lebih lama lagi dari ini..
agar aku dapat memperbaiki diriku..
agar ku dapat menghiasi kehidupan orang yang kusayang..
agar aku selalu ada untuk mereka, menghentikan derasnya
air mata dan menghapus luka pilu mereka..
air mata dan menghapus luka pilu mereka..
Tuhan,
hanya satu permintaan ku..
beri kan ku kesempatan hidup karena aku..
karena aku masih ingin menghiasi hidup mereka dengan
senyumanku..
senyumanku..
Dan,
dan di saat waktu ku tiba, dan tak mampu untuk aku
pungkiri..
pungkiri..
aku mohon.
aku mohon jaga mereka, dan jangan biarkan satu tetes pun
air mata mereka jatuh karena kehilangan kuuu..
air mata mereka jatuh karena kehilangan kuuu..
Andaikan setelah aku buat ini,
engkau memanggilku
mengajakku ke alam damai
biarkan tulisan ini menjadi tulisan terakhirku untuk
mereka.. sebagai kenangan kecil untuk mereka..
mereka.. sebagai kenangan kecil untuk mereka..
Senin, 27 Juni 2011
Minggu, 26 Juni 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
b'day teacher
Mungkin...Tak pernah terlintas dibenak kamiKau seseorang yang berjasa dalam hidup kami
Kau ajarkan kami banyak hal
Tak hanya ilmu pengetahuan
Tapi juga pengalaman hidupmu
Dan kini, kau menjadi guru berarti dalam hidupku
Mungkin...Selama ini
Tiada pernah kau dengar ucapan tulus dari hati kami
Sebagai tanda terima kasih kami padamu
Tapi kini...Kami ingin katakan padamu
“Terima kasih guruku”
Mungkin...tanpamu Ibu
Kami tak dapat membaca... menulis... bahkan menghitung
Tanpamu Ibu guru
Kami tak dapat merangkai masa depan kami
Mungkin...Kalian 'kan lupa pada kami
Seiring waktu berjalan
Tapi percayalah...Kami tak ' kan melupakan dirimu
Karena berkat hadirmu... jasamu... dan cintamu
Menjadi bekal untuk meraih cita-cita kami
Sebagai tanda terima kasih 'kami untuk dirimu
Guruku...
you're my best friend
tak ada kekuatanku untuk menahanmu pergi tapi pintu ini slalu terbuka untukmu.
kapanpun kau kembali, maka kembalilah….
dan masukilah ruang-ruang kelas ini
tanpa harus menjadi tamu baru kembali
karena kau masih menjadi bagian dari kami
karena kau menggenapkan semangat kebersamaan kami.
Jika saja yang kau tinggalkan adalah arena persajakan
maka tentunya masih banyak arena yang bisa kau masuki di sekolah
ajak pula kami untuk ikut serta menjadi bagian di dalamnya
dan kami pun tak kan pernah kehilangan siapapun di dalamnya.
kerinduan untuk kembali pasti akan ada
maka segeralah kembali dan jangan pernah menunda itu…..
Jumat, 24 Juni 2011
sahabat
hitam bukan dirimu
putih juga bukan dirimu
semu ku melihatmu
tak bercahaya seperti memudar
cinta aku mencinta
kamu yang aku mau
namun tak tepat waktu
ku sudah jera dalam percintaan
salam hangat untuk cintamu
aku yang kandas dan patah hati
biarlah orang memandang lemah
aku tak mau bercinta lagi
engkau yang dulu pernah kucinta
namun terlanjur kau bersamanya
dan kau terluka oleh cintanya
kini kau hadir ku sudah jera
putih juga bukan dirimu
semu ku melihatmu
tak bercahaya seperti memudar
cinta aku mencinta
kamu yang aku mau
namun tak tepat waktu
ku sudah jera dalam percintaan
salam hangat untuk cintamu
aku yang kandas dan patah hati
biarlah orang memandang lemah
aku tak mau bercinta lagi
engkau yang dulu pernah kucinta
namun terlanjur kau bersamanya
dan kau terluka oleh cintanya
kini kau hadir ku sudah jera
ibu
Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
"Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain"
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
"Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain"
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
sahabat
Hari ini tak adalagiPuisi yang ku tulis untukmu
Hari ini tiada lagi
Kata-kata indah yang ku ungkapkan padamu
Semua terdiam dan termangu
Hanya air mata yang menetetes di pipimmu
Oh sayangku, hapuslah air matamu
Kutaksanggup melihat semua itu
Sungguh aku cinta. . . . . . . . . . . .
Padamu kuucapkan sejuta terimakasih
Karenamu tinggalkan kenangan
Yang tak terhapuskan
Kaulah pelipur hati disaat lara
Temanku, disaat suka dan duka
Sejuta kenangan indah
Kala canda tawa kita . . . . .. . . . .
Bersamamu
Aku belajar untuk membaca
Kepadamu aku berlatih tentang asa
Kau lukiskan indahnya mega
Kau tuturkan tulusnya surya
Kini ku berada didepan pintumu
Aku harus melangkah meninggalkanmu
Untuk teruskan perjalanan . . . . . . .
Ku tak kuasa melihat semua ini
Kutak mampu melihat airmatamu
Yang terus menetes
Hingga luluhkan hatiku
Haruskah kuteteskan airmata ini
Haruskan kupeluk kau dan tak pernah
Kulepas lagi
Hanya kaulah sang kekasih . . .. . .
Hati yang dulu mampu tersenyum..
Kini hanyaterharu dan pilu
Mengapa ini semua
Begitu cepat berlalu
Dulu kita pernah belajar bersama
Bermain bersama
Bahkan sempat bermain Cinta
Kini kita harus meniti jalan sendiri-sendiri
Untuk menyebrang ke . . . . .. .
Masa depan yang cerah
Itu harapanku
Mengejar cita, itu perintahmu
Sungguh begitu tulus kasihmu
Begitu besar pengorbananmu
Meski aku sering menentangmu
Walau aku selalu menyangkalmu
Kau tetap berdiri didepan
Untuk mengajariku
Kau tetap bercerita
Tentang indahnya loka. . . . . .
Kekayaan yang paling berharga dihatiku
Adalah aku pernah memilikimu
Dan kebahagiaan yang paling inidah dalam hidupku
Adalah saat ku menatap wajahmu
Jangan menangis sayang
Janganlah kau bersedih hati
Dan biarlah kau hanya menjadi
Bayang indah yang harus kutinggal . . . .
Pergi, kita semua harus pergi
Untuk lepaskan kebersamaan ini
Kita bepencar kian kemari
untuk menempuh cita didalam hati
dan kaulah sahabatku yang se . . . .
jati dirimu pancarkan cahaya ilmu
yang menuntunku disetiap waktu
yang mengiringi disetiap langkahku
yang menerangi didalam kehidupanku
dan hanya terimakasih yang mampu
ku ucapkan padamu
Biarkanlah kami melangkah pergi
Untuk teruskan perjalanan ini
Semua kisah yang pernah terjadi
Tetap kenanglah didalam Hati.
![]() |
Langganan:
Postingan (Atom)








