Ricardo Kaka
Senin, 27 Juni 2011
Minggu, 26 Juni 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
b'day teacher
Mungkin...Tak pernah terlintas dibenak kamiKau seseorang yang berjasa dalam hidup kami
Kau ajarkan kami banyak hal
Tak hanya ilmu pengetahuan
Tapi juga pengalaman hidupmu
Dan kini, kau menjadi guru berarti dalam hidupku
Mungkin...Selama ini
Tiada pernah kau dengar ucapan tulus dari hati kami
Sebagai tanda terima kasih kami padamu
Tapi kini...Kami ingin katakan padamu
“Terima kasih guruku”
Mungkin...tanpamu Ibu
Kami tak dapat membaca... menulis... bahkan menghitung
Tanpamu Ibu guru
Kami tak dapat merangkai masa depan kami
Mungkin...Kalian 'kan lupa pada kami
Seiring waktu berjalan
Tapi percayalah...Kami tak ' kan melupakan dirimu
Karena berkat hadirmu... jasamu... dan cintamu
Menjadi bekal untuk meraih cita-cita kami
Sebagai tanda terima kasih 'kami untuk dirimu
Guruku...
you're my best friend
tak ada kekuatanku untuk menahanmu pergi tapi pintu ini slalu terbuka untukmu.
kapanpun kau kembali, maka kembalilah….
dan masukilah ruang-ruang kelas ini
tanpa harus menjadi tamu baru kembali
karena kau masih menjadi bagian dari kami
karena kau menggenapkan semangat kebersamaan kami.
Jika saja yang kau tinggalkan adalah arena persajakan
maka tentunya masih banyak arena yang bisa kau masuki di sekolah
ajak pula kami untuk ikut serta menjadi bagian di dalamnya
dan kami pun tak kan pernah kehilangan siapapun di dalamnya.
kerinduan untuk kembali pasti akan ada
maka segeralah kembali dan jangan pernah menunda itu…..
Jumat, 24 Juni 2011
sahabat
hitam bukan dirimu
putih juga bukan dirimu
semu ku melihatmu
tak bercahaya seperti memudar
cinta aku mencinta
kamu yang aku mau
namun tak tepat waktu
ku sudah jera dalam percintaan
salam hangat untuk cintamu
aku yang kandas dan patah hati
biarlah orang memandang lemah
aku tak mau bercinta lagi
engkau yang dulu pernah kucinta
namun terlanjur kau bersamanya
dan kau terluka oleh cintanya
kini kau hadir ku sudah jera
putih juga bukan dirimu
semu ku melihatmu
tak bercahaya seperti memudar
cinta aku mencinta
kamu yang aku mau
namun tak tepat waktu
ku sudah jera dalam percintaan
salam hangat untuk cintamu
aku yang kandas dan patah hati
biarlah orang memandang lemah
aku tak mau bercinta lagi
engkau yang dulu pernah kucinta
namun terlanjur kau bersamanya
dan kau terluka oleh cintanya
kini kau hadir ku sudah jera
ibu
Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
"Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain"
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
"Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain"
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
sahabat
Hari ini tak adalagiPuisi yang ku tulis untukmu
Hari ini tiada lagi
Kata-kata indah yang ku ungkapkan padamu
Semua terdiam dan termangu
Hanya air mata yang menetetes di pipimmu
Oh sayangku, hapuslah air matamu
Kutaksanggup melihat semua itu
Sungguh aku cinta. . . . . . . . . . . .
Padamu kuucapkan sejuta terimakasih
Karenamu tinggalkan kenangan
Yang tak terhapuskan
Kaulah pelipur hati disaat lara
Temanku, disaat suka dan duka
Sejuta kenangan indah
Kala canda tawa kita . . . . .. . . . .
Bersamamu
Aku belajar untuk membaca
Kepadamu aku berlatih tentang asa
Kau lukiskan indahnya mega
Kau tuturkan tulusnya surya
Kini ku berada didepan pintumu
Aku harus melangkah meninggalkanmu
Untuk teruskan perjalanan . . . . . . .
Ku tak kuasa melihat semua ini
Kutak mampu melihat airmatamu
Yang terus menetes
Hingga luluhkan hatiku
Haruskah kuteteskan airmata ini
Haruskan kupeluk kau dan tak pernah
Kulepas lagi
Hanya kaulah sang kekasih . . .. . .
Hati yang dulu mampu tersenyum..
Kini hanyaterharu dan pilu
Mengapa ini semua
Begitu cepat berlalu
Dulu kita pernah belajar bersama
Bermain bersama
Bahkan sempat bermain Cinta
Kini kita harus meniti jalan sendiri-sendiri
Untuk menyebrang ke . . . . .. .
Masa depan yang cerah
Itu harapanku
Mengejar cita, itu perintahmu
Sungguh begitu tulus kasihmu
Begitu besar pengorbananmu
Meski aku sering menentangmu
Walau aku selalu menyangkalmu
Kau tetap berdiri didepan
Untuk mengajariku
Kau tetap bercerita
Tentang indahnya loka. . . . . .
Kekayaan yang paling berharga dihatiku
Adalah aku pernah memilikimu
Dan kebahagiaan yang paling inidah dalam hidupku
Adalah saat ku menatap wajahmu
Jangan menangis sayang
Janganlah kau bersedih hati
Dan biarlah kau hanya menjadi
Bayang indah yang harus kutinggal . . . .
Pergi, kita semua harus pergi
Untuk lepaskan kebersamaan ini
Kita bepencar kian kemari
untuk menempuh cita didalam hati
dan kaulah sahabatku yang se . . . .
jati dirimu pancarkan cahaya ilmu
yang menuntunku disetiap waktu
yang mengiringi disetiap langkahku
yang menerangi didalam kehidupanku
dan hanya terimakasih yang mampu
ku ucapkan padamu
Biarkanlah kami melangkah pergi
Untuk teruskan perjalanan ini
Semua kisah yang pernah terjadi
Tetap kenanglah didalam Hati.
![]() |
wisdom of the day: bunda
wisdom of the day: bunda: "Bunda Jiwaku rela berkorban tuk bahagiamu Kau tanggung derita demi derita saat mengandungku Dua tahun lamanya kau tumbuhkan dagingku deng..."
bunda
Jiwaku rela berkorban tuk bahagiamu
Kau tanggung derita demi derita saat mengandungku
Dua tahun lamanya kau tumbuhkan dagingku dengan air susu kesucian.
Kau tanggung derita demi derita saat mengandungku
Dua tahun lamanya kau tumbuhkan dagingku dengan air susu kesucian.
Kau kokohkan tulangku dengan air susu ketabahan
Kau alirkan darahku dengan air susu kegigihan
Kau hidupkan harapanku dengan keteguhan imanmu
Kau bangun masa depanku dengan untai doamu
Kau alirkan darahku dengan air susu kegigihan
Kau hidupkan harapanku dengan keteguhan imanmu
Kau bangun masa depanku dengan untai doamu
Tuhan mengasihi setiap tetes airmatamu
Tuhan merahmati setiap jejak tapak kakimu
Tuhan mencatat kebaikan dalam tiap hembus nafasmu
Tuhan merahmati setiap jejak tapak kakimu
Tuhan mencatat kebaikan dalam tiap hembus nafasmu
Ibunda…..Tak pernah kau pedulikan nasib dirimu.
Kau jadikan tubuhmu benteng yang melindungi anakmu.
Ibunda
Tlah kau berikan hidupmu padaku
Kini, mudah bagiku mempersembahkan nyawa untukmu
Andai seluruh dunia berada dalam genggamanku
Kan kutumpahkan segala isinya di bawah tapak kakimu
Tlah kau berikan hidupmu padaku
Kini, mudah bagiku mempersembahkan nyawa untukmu
Andai seluruh dunia berada dalam genggamanku
Kan kutumpahkan segala isinya di bawah tapak kakimu
Ingin kutumpahkan air mataku
Dan bersimpuh di hadapanmu
Kurangkai kata maaf atas kekuranganku
Meski kuhidup berjuta tahun
Dan bersimpuh di hadapanmu
Kurangkai kata maaf atas kekuranganku
Meski kuhidup berjuta tahun
Namun, itu taakan mampu untuk membayar setetes air susu yang kau berikan padaku
di masa bayi ku
di masa bayi ku
Namun aku mampu untuk mengucapkan
Selamat Hari Ibu
Untuk mu Bunda
Langganan:
Postingan (Atom)








